Selasa, 05 April 2011

Jika kamu takut menghadapi kegagalan


Perasaanku pagi ini begitu tenang. Keinginan untuk bekerja dengan lebih baik membuatku bersemangat. Kemarin siang  aku sempat menyimak tayangan dari Aa Gym di  salah satu stasiun TV dalam acara Kumandang Cinta, dengan tema ”Hidup penuh semangat”.

Betapa Islam menganjurkan adanya semangat dalam diri kita. Semangat untuk hidup, semangat untuk beribadah, semangat untuk bekerja dan semangat untuk melaksanakan segala aktifitas kita.

Sahabat, perumpamaan seorang komandan yang memberikan aba-aba kepada tentaranya adalah ketika berteriak dan bersemangat dalam memberikan aba-aba ”serbu!!” semangat dalam memberikan aba-aba tersebut akan menular kepada prajuritnya. Berbeda dengan komandan yang malas-malasan memberikan aba-aba, maka prajurit juga akan malas-malasan melaksanakan perintahnya. Demikian kata Aa Gym.

Aku sendiri setuju dengan pendapat beliau. Menurut kamu sendiri bagaimana? Apakah kamu pernah melakukan sesuatu tanpa semangat? Mungkin pada saat mengerjakan sesuatu itu kamu tidak punya motivasi. Atau mungkin apabila apa yang kamu lakukan itu tidak akan membuahkan materi apa-apa dan menurut kamu sia-sia. Buat apa dikerjakan, iya kan?. Padahal pekerjaan itu harus diselesaikan, maka yang terjadi adalah kita akan malas-malasan dalam mengerjakannya.

Sahabat, hasil dari pekerjaan yang kita lakukan dengan malas-malasan akan membuahkan sesuatu yang biasa-biasa saja, bahkan mungkin kurang bagus dan tidak sesuai rencana. Lantas, apa yang harus kita lakukan agar kita punya semangat?

Semangat berasal dari dalam diri kita, dan yang bisa mendapatkan adalah kita sendiri. Semangat dari dalam bisa kita tumbuhkan. Bahwa apa yang kita usahakan adalah semata-mata untuk mendapatkan nilai plus dari Allah.

Yakinilah bahwa disetiap detik di hari-hari kita, di setiap gerak-gerik kita ada malaikat yang mencatat amal kita, baik amal sholeh maupun yang buruk. Kita akan merasa malu ketika kita melakukan suatu aktifitas yang benar-benar dilihat Allah, diawasi Allah, tetapi kita tidak sungguh-sungguh dalam melaksanakannya.

Bayangkan, jika ketika kita bekerja ada pimpinan kita yang melihat, apakah kita tetap akan loyo dalam bekerja? Pasti kita akan cari perhatian agar pimpinan kita menilai plus kepada kita. Nah, yang melihat tingkah kita ini bukan  pimpinan, karena pimpinan bisa jadi tidak melihat ketika kita melakukan kesalahan dan dia tidak akan mengetahui apa yang ada di hati kita tetapi Allah Yang Maha Mengetahui melihat kita, baik apa yang ada di lahir maupun batin kita pasti dilihat olehNya.

Bagaimana kita harus bersikap, sahabat. Apakah kita akan mempertahankan sikap yang malas-malasan jika suatu pekerjaan tidak kita sukai harus kita selesaikan? Betapa bodohnya kita jika membuat waktu begitu sia-sia. Padahal ketika kita berbuat sesuatu apapun, Allah akan selalu menilai kita. Timbangan amal baik dan buruk akan berjalan terus tanpa kita sadari.

Ada di timbangan apakah ketika kita melakukan pekerjaan tanpa menghargai waktu, mengulur-ulur waktu yang demikian berharga? Padahal dalam setiap detik di waktu kita, bisa menjadi sangat berharga jika melakukan sesuatu.

Sahabat, sebelum kita diperlihatkan amalan baik dan buruk di akherat nanti, ayo kita perbanyak berbuat sesuatu yang membuat timbangan amalan kita lebih berat di amalan baik. Iringi langkah kita dalam bekerja, beribadah dan dalam melaksanakan segala aktifitas dengan berdzikir. Bacalah basmallah sebelum bekerja, karena apa yang kita dapatkan adalah Berkah dari Allah semata.

Baiklah sahabat, ada satu tip terakhir untuk kamu sebagai akhir dari artikelku, ”jika kamu takut menghadapi kegagalan, janganlah berbuat apa-apa, karena kamu tidak akan pernah mendapatkan apa-apa dan tidak akan menjadi siapa-siapa

Wallahu’alam


(http://dhidaerna.multiply.com)

1 komentar:

Posting Komentar

Pintar pajak dengan blog, share pajak di sini aja ya www.humaspajak.co.cc